Jakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 0,47% di November 2016. Sejak Januari-November 2016 laju inflasi yang tercatat 2,59%.

“Andil inflasi terbesar November dari bahan makanan. Baik cabai rawit merah yang membuat pedas-pedas sedap. Ada juga minuman dan rokok,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

BPS, kata Sasmito, juga mencatat kenaikan harga pada rokok, perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar.

“Itu naik. Kalau misal ada kenaikan kontrak (sewa rumah kontrakan) rumah ada negosiasi baru,” tambahnya.

Adapun inflasi tertinggi terjadi di Manado, sebesar 2,86% yang disumbang kenaikan harga pada komoditas pangan.

“Inflasi tertinggi di Manado 2,86%. Tinggi banget nih. Penyebabnya ada tomat, sayur, dan ada cabai. Kenapa Manado? Ini gara-gara dabu-dabu (sambal dabu-dabu), ini harus ada tomat, cabai, bawang harganya. Harus banyak, kalau orang Manado nggak ada dabu-dabu seperti nasi tanpa garam,” tandas dia.

sumber: http://www.detik.com

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s