Jakarta, Rifan Financindo Berjangka – Tahun lalu perekonomian China tercatat tumbuh 6,7%. Ini merupakan angka pertumbuhan ekonomi China terendah sejak 1990. Perekonomian China butuh stabilitas, terutama karena ketidakpastian dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Di awal 2016, para pemimpin di negara ini menggenjot stimulus di negara dengan perekonomian terbesar nomor 2 di dunia tersebut. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Negara raksasa ini sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Namun China sekarang berusaha mengurangi ketergantungan ekonominya terhadap ekspor dan investasi, lalu mulai fokus ke konsumsi domestiknya.

Transisi ini tidak berjalan mulus, karena sektor manufaktur tengah bergejolak di tengah hambatan permintaan global.

Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi China tumbuh 6,7% tahun lalu, di bawah realisasi 2015 sebesar 6,9%. Ini merupakan yang terendah sejak 1990.

“Pertumbuhan ekonomi China berada di kisaran target pemerintah, dengan perbaikan kualitas dan efisiensi. Meski begitu, kami juga harus mewaspadai kondisi domestik dan eksternal,” demikian pernyataan Biro Statistik Nasional China, seperti dilansir dari AFP, Jumat (20/1/2017).

Industri batu bara dan baja masih berlebihan kapasitasnya, sementara permintaan belum stabil.

Di tahun ini, pertumbuhan ekonomi China belum akan berjalan mulus. Apalagi dengan dilantiknya Donald Trump sebagai Presiden AS. Trump pernah menuduh China melakukan tindakan perdagangan yang curang. China juga dituduh melakukan manipulasi mata uang.

RifanFinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s