Jakarta, Rifan Financindo – Ekonomi tumbuh cukup tinggi selama kuartal I-2017 (Januari-Maret), yaitu sebesar 5,01%. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, akan tetapi bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ada perlambatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga kuartal I-2016 adalah 4,97%. Sementara sekarang hanya 4,93%. Ini menandakan bahwa orang Indonesia makin irit belanja.

Penyebab utama ternyata berasal dari gaji yang naik tidak sebesar periode sebelumnya. Tergambar dari periode 2016 ada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 12,43%, sementara untuk periode sekarang hanya 9,15%.

“Pendapatan, kita juga kena di situ, memang kuartal I kita tak terlalu banyak perubahan, karena UMP nggak begitu banyak naik,” ungkap Deputi Bidang Neraca Analisis Statistik, Sri Soelistyowati di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Lihat juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,01%, Melebihi Prediksi Pelaku Pasar Saham | Rifan Financindo

Masih terkait gaji, hal lain yang cukup signifikan membuat konsumsi rumah tangga melambat adalah tidak adanya kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) akibat perubahan skema oleh pemerintah. Andilnya untuk sekarang tidak mencapai level 1%.

“PNS itu kan nggak ada kenaikan gaji, sementara tahun lalu ada, lebih dari 5%,” ujarnya.

Kemudian juga ada penurunan upah riil buruh tani. Adanya panen raya membuat harga gabah turun, upah riil buruh tani akhirnya terkontraksi 0,53%, nilai tukar petani juga sama terkontraksi 1,60%.

“Jadi efeknya cukup besar untuk konsumsi,” tandasnya.

PT Rifan Financindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s