Jakarta, Rifan Financindo – Xiaomi mengumkan bahwa pengiriman smartphone miliknya pada Q2 2017 meningkat 70 persen dari Q1 2017. Pada kuartal kedua ini, Lei Jun, Co-founder dan CEO Xiaomi menyebutkan bahwa mereka berhasil mengirimkan 23.16 juta ponsel cerdas.

Optimisme ini kian ketara setelah Jun menyebutkan bahwa Xiaomi menargetkan untuk menjual 100 juta ponsel pada 2017. Target ambisius yang sama sempat dipatok pula pada 2015 lalu. Namun, saat itu Xiaomi hanya mampu menjual 70 juta perangkat saja.

Setelahnya, pada 2016, Xiaomi berhenti mengumumkan jumlah pengapalan ponselnya. IDC malah menyebutkan bahwa sejak 2016, pangsa pasar Xiaomi disalip oleh kompetitor senegaranya, Oppo dan Vivo. Padahal pada kuartal empat 2015, pangsa pasar Xiaomi masih mengungguli kedua vendor itu.

Jun menyebutkan rebound Xiaomi ini adalah suatu pencapaian penting. Alasannya, “belum ada perusahaan smartphone lain yang secara global berhasil melanjutkan kembali pertumbuhan setelah mengalami penurunan penjualan,” demikian tertulis dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

Lihat juga: Harga Minyak Naik di Tengah Kecemasan Pasokan | PT Rifan FInancindo

Masalah Xiaomi

Dalam suratnya kepada para karyawan, Jun mengakui bahwa dalam setahun terakhir Xiaomi mengalami kemunduran.

Masalah yang membelit Xiaomi mulai dari perlambatan penjualan smartphone, hingga hambatan pasokan bahan baku. Masalah bahan baku tersebut bahkan sampai turut menghambat rantai produksi perusahaan itu selama beberapa bulan.

Selain itu, Xiaomi juga fokus untuk terus mengejar inovasi teknologi dengan meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan.

Dua tahun belakangan, Jun menyebutkan bahwa perusahaan itu berusaha melakukan kalibrasi ulang berbagai aspek dalam bisnis Xiaomi. Hasil pengiriman ponsel cerdas pada Q2 ini mencerminkan perbaikan yang telah berhasil dilakukan tersebut. Terutama terkait dengan pasokan produk Xiaomi.

Akhirnya jualan offline juga

Selain itu, Xiaomi juga memperbarui model penjualan mereka. Kini Xiaomi tak hanya mengandalkan jualan online. Tapi, perusahaan itu mengintegrasikan ritel online dan offline. Sebagaimana kita tahu, Oppo dan Vivo bisa tumbuh pesat lantaran mereka menguatkan strategi penjualan offline-nya. Sementara Xiaomi sejak awal dikenal lantaran gebrakannya berjualan agresif lewat jalur online.

Hingga saat ini, Xiaomi telah membuka 167 toko Mi Home di seluruh Tiongkok. Xiaomi mengklaim bahwa pendapatan mereka dari toko offline ini tertinggi di industri. Hal ini berdasarkan perhitungan metrik penjualan, angka pendapatan per kaki persegi.

Meski demikian, Xiaomi tetap mengklaim sebagai perusahaan internet, e-commerce tetap menjadi bagian pokok dari strategi ritelnya.

Selain itu, saat ini India jadi pasar terpenting Xiaomi. Sebab, di pasar itu pendapatan Xiaomi naik 328 persen pada semester pertama 2017. Di negara itu, pangsa pasar Xiaomi berhasil menduduki peringkat kedua.

 

RifanFinancindo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s