Jaskarta, RifanFinancindo – Saat bisnis Uber di Asia Tenggara resmi dibeli Grab pada Maret 2018 lalu, Go-Jek menjadi satu-satunya kompetitor Grab di Indonesia. Bahkan di beberapa negara Asia Tenggara, Grab beroperasi tanpa kompetisi sehingga dikhawatirkan terjadi monopoli pasar.

Ternyata, dibelinya Uber oleh Grab membuat perasaan pendiri dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim, campur aduk.

“Saya pikir di satu sisi terlepas dari fakta bahwa kita bersaing satu sama lain, eliminasi salah satu pemain, terutama Uber–yang kami sangat hormati karena teknologi mereka sangat bagus dan mereka adalah pelopor. Ada sedikit kesedihan ketika mereka keluar dari kompetisi,” kata Nadiem dalam wawancaranya dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Selasa (3/7/2018).

Namun, tidak adanya persaingan dari Uber memberi Go-Jek sedikit kelegaan untuk mengatur kompetisi dengan Grab.

“Tetapi, sekarang dengan hanya dua pemain, itu juga memberikan rasa gembira karena ada sedikit kejelasan tentang seperti apa persaingannya. Kompetisi dua arah jauh lebih mudah untuk diatur dibandingkan tiga arah,” jelasnya.

Nadiem juga menjadikan gagalnya bisnis Uber di Asia sebagai pelajaran. Salah satu hal yang ia pelajari adalah untuk tidak hanya mengandalkan satu layanan.

“Untuk mempertahankan pengguna, anda harus melewati beberapa momen dalam kehidupan transaksi mereka, dan karena kami sudah berinvestasi di beberapa experience, kami telah menciptakan persepsi Go-Jek sebagai rumah, platform dan hub,” ujar pria berkacamata itu.

Ketika ditanya apakah ekspansi Go-Jek ke negara-negara seperti Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam merupakan upayanya untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Uber, Nadiem menjawab ya dan tidak.

“Saya rasa ya dan tidak, saya pikir rencana untuk go international telah mendahului merger tersebut,” jawabnya.

Namun Nadiem setuju bahwa pengumuman rencana tersebut muncul di waktu yang sangat tepat. “Itu termasuk salah satu kekuatan kunci kami, mendapatkan timing yang tepat, hahaha,” kelakar Nadiem.

“Tetapi, menurut saya ekspansi internasional adalah tentang menyediakan opsi bagi orang-orang dan pasar. Semua orang suka pilihan dan saya pikir itu adalah bagian yang penting untuk konsumen,” jelasnya.

Ekspansi ini juga direncanakan untuk melihat apakah model bisnis yang dikembangkan Go-Jek di Indonesia dapat digunakan untuk menggerakkan negara lain secara digital.

“Jadi untuk kami ini sangat menarik untuk dapat pergi ke luar Indonesia untuk dapat melihat apakah model ini dapat direplikasi dalam konteks budaya yang berbeda,” tutup Nadiem. PT Rifan Financindo

sumber: detik

Baca juga:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s