Taksi Online Dilarang Tetapkan Tarif Hingga Rekrut Pengemudi | PT RFB

Jakarta, PT Rifan Financindo – Mulai 1 November 2017 mendatang, taksi online di tanah air bakal beroperasi dengan pedoman aturan baru dari Kementerian perhubungan. Aturan baru tersebut hari ini diumumkan.

Ada 9 poin penting yang menjadi penekanan dalam aturan yang saat ini masih dalam proses diundangkan di Kementerian Hukum dan HAM. Salah satunya membahas apa saja yang tidak boleh dilakukan perusahaan penyedia aplikas taksi online, contohhya Grab, Uber, dan lain-lain.

Ketetapan tersebut tertuang dalam poin 9 aturan taksi online yang diumumkan Kemenhub hari ini seperti dikutip detikFinance, Kamis (19/10/2017).

Berikut larangan yang diberikan kepada perusahaan penyedia aplikasi taksi online:

a. Memberikan akses aplikasi kepada perusahaan angkutan atau pemilik kendaraan perorangan yang belum teregistrasi/terdaftar angkutan online
b. Memberikan akses aplikasi kepada perorangan
c. Merekrut pengemudi
d. Menetapkan tarif
e. Memberikan tarif promo di bawah batas bawah.

Sebagai gantinya, perusahaan penyedia aplikasi taksi online harus bekerja sama dengan badan usaha atau koperasi yang memiliki unit kendaraan dengan kepemilikan minimal 5 unit.

Hal itu tertuang dalam poin 5 aturan tersebut yang secara garis besar berbunyi, “Bagi pemilik kendaraan perorangan dengan jumlah kendaraan kurang dari 5 unit, dapat digabung dalam bentuk koperasi”.

Adapun dalam poin ke 8 aturan ini, disebutkan bahwa permohonan izin kendaraan untuk jadi angkutan online harus melampirkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). RifanFinancindo

sumber: detik

Baca juga:

 

Advertisements

Aman dan Nyaman Bepergian dengan Transportasi Online | Rifan Financindo

Jakarta PT Rifan Financindo – Makin banyak masyarakat yang memilih menggunakan layanan ride sharing untuk mengantar ke berbagai tujuan. Agar tetap aman dan nyaman, berikut tips saat bepergian dengan transportasi online.

1. Pastikan lokasi penjemputan yang tepat

Luangkan waktu beberapa detik untuk memastikan alamat dan memastikan pin di aplikasi kamu berada di posisi yang tepat. Ini akan menghemat waktu dan memperlancar penjemputan. Hindari lokasi yang menyulitkan penjemputan, seperti area dilarang berhenti atau parkir, pembangunan jalan atau lainnya.

“Sering kali pengguna memasukan nama lokasi, tapi tidak di posisinya berada. Misalnya ada penumpang di Jakarta memasukan kantor A, tapi lokasi tersebut berada di Yogyakarta,” ujar Dian Safitri, Head of Communication Uber Indonesia saat ditemui di kantornya.

2. Hindari memaksakan jumlah penumpang

Kebanyakan kendaraan mobil layanan ride sharing hanya bisa memuat maksimal 4 penumpang, sementara ojek online hanya bisa memuat 1 penumpang. Sebab asuransi kecelakaan yang disediakan penyedia layanan hanya dialokasikan sesuai jumlah penumpang maksimal di suatu produk.

“Jika Anda bingung menentukan berapa penumpang yang bisa masuk, gunakan formula ini: jumlah sabuk pengaman = jumlah penumpang, jumlah helm = jumlah penumpang. Bagaimana jika jumlah penumpang melebihi kapasitas? Pesanlah kendaraan lain atau tambahan agar bisa berkendara dengan aman dan nyaman,” kata Dian.

32503fad-ecb6-43d4-a783-75ed8ba4a133_169

3. Waktu adalah uang

Mitra pengemudi berusaha sebaik mungkin untuk menjemput kamu dengan secepat mungkin. Sebagai gantinya, usahakanlah untuk bersiap-siap sebelum kendaraan sampai di tempat penjemputan. Beri tahu pengemudi bahwa kamu membutuhkan waktu ekstra dengan menghubungi mitra driver.

4. Pastikan bahwa kamu di kendaraan yang benar.

Ketika memesan layanan ride sharing, kita akan mengetahui nama, foto, rating, jenis mobil atau motor, dan plat kendaraan. Sebelum masuk ke mobil atau menaiki motor, cek kembali identitas kendaraan dan mitra-pengemudi agar sesuai dengan informasi yang tercantum di aplikasi. Konfirmasikan kembali nama pengemudi agar perjalanan kamu tidak tertukar.

“Bila mitra pengemudi menggunakan jenis kendaraan dan nomor polisi berbeda dengan informasi yang tertera di aplikasi baiknya pesanan dibatalkan saja,” tegas Dian.

 

Lihat juga: Harga Emas Antam Stagnan di Rp 582.000/Gram | PT Rifan Financindo

 

5. Kenakan sabuk pengaman dan helm

Keamanan dan keselamatan adalah utama. Pasang dan kencangkan sabuk pengaman dan helm. Ribuan nyawa bisa diselamatkan dengan menggunakan sabuk pengaman dan helm yang benar, baik untuk mitra-pengemudi maupun penumpang.

6. Bagikan status perjalanan

Ketika dalam perjalanan, kamu tidak hanya bisa memantau perjalanan Anda sendiri melalui aplikasi. Namun juga bisa membagikan status perjalanan kepada teman dan keluarga. Misalnya di Uber, tekan opsi Share Status. Seketika informasi nama mitra-pengemudi, foto,nomor plat kendaraan, dan lokasi kamu kepada teman dan anggota keluarga.

7. Berlaku sopan dan saling menghormati

Norma kesopananan dan saling menghormati adalah hal yang berlaku secara universal yang menghubungkan antar sesama warga dan antar bangsa, serta menciptakan komunitas yang lebih baik. Jadi, perlakukanlah pengemudi sebagaimana kamu ingin diperlakukan, demikian pula sebaliknya.

Perlakukanlah pula kendaraan yang kamu tumpangi dengan baik, misalnya dengan tidak merokok, minum, atau makan selama perjalanan. Hindari hal-hal yang
menimbulkan ketidaknyamanan bagi mitra-pengemudi serta penumpang-penumpang setelah kamu.

Jika kamu terlambat, jangan meminta pengemudi untuk melanggar peraturan lalu lintas.

8. Ikuti intuisi

Percaya pada naluri dan penilaian pribadi kamu ketika melakukan perjalanan dengan transportasi online. Waspadai lingkungan sekitar kamu. Sewaktu-
waktu kamu merasa berada di dalam situasi darurat, pastikan menghubungi segera layanan darurat di kota atau wilayah kamu berada.

9. Beri Masukan

Setiap penyediaan layanan ride sharing menyediakan rating. Setiap masukan yang kamu berikan akan meningkatkan dan menjaga kualitas layanan. Hal ini turut pula memberikan akuntabilitas. Jadi setelah sampai tujuan, berikan rating dan masukan.

 

 

 

Rifan Financindo

Cara Menhub Pastikan Taksi Online Terapkan Tarif Baru | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo – 

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menentukan tarif batas atas dan batas bawah untuk taksi online. Tarif baru tersebut wajib diikuti seluruh operator penyedia jasa layanan taksi online.

Namun demikian Menteri Perhubungan, Budi Karya Sukadi, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah (Pemda) telah diimbau agar dapat bertindak secara persuasif bila ada taksi online yang saat ini belum mengikuti tarif batas atas dan batas bawah.

“Tentunya Pemda merespons yang saya imbau sebenarnya kita tidak melakukan hal-hal yang frontal. Maksudnya kita lakukan secara baik, (taksi online) jangan langsung ditangkap. Kasihan cari nafkah kan secara baik-baik dan saya percaya mereka juga melakukannya secara baik-baik,” kata Budi Karya di Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

Lihat juga: Ini Hitungan Pemerintah Saat Tentukan Tarif Baru Taksi Online | PT Rifan Financindo

Budi Karya menambahkan, bahwa tindakan persuasif perlu dilakukan secara baik agar seluruh taksi online dapat mengikuti aturan baru tersebut.

“Jangan mentang-mentang (aturan sudah) berlaku, tangkapi semua (yang belum ikut aturan). Kita tidak mau ada konflik, kita coba lakukan secara soft agar level of service-nya bagus,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, tarif baru batas atas dan batas bawah ini diputuskan berdasarkan hasil diskusi dengan pihak taksi online, konvensional, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.

“Kita juga menganalisa seperti investasi dari taksi, dari spare part, BBM, tenaga sopirnya. Saya dari laporan Dirjen Darat sangat rasional dan memberikan payung untuk semua operator bisa mengikutinya,” terangnya.

Diketahui, pemerintah telah membagi tarif batas atas dan batas bawah ke dalam dua wilayah. Wilayah I meliputi Sumatera, Jawa, dan Bali dengan tarif batas bawah Rp 3.500/km, dan Rp 6.000/km untuk batas bawah. Sedangkan untuk wilayah II meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua dengan tarif batas bawah Rp 3.700/km dan Rp 6.500/km untuk batas atas.

 

 

RifanFinancindo

Taksi Online Diatur, Taksi dan Angkot Resmi Juga Harus Berbenah | Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo – Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016 akan resmi mengatur taksi online per 1 April 2017. Namun taksi dan angkutan resmi juga harus berbenah.

“Saya mendukung PM 32/2016 dilaksanakan segera. Harus tegas, tapi tidak tarik ulur lagi. Karena transportasi hubungannya sama keselamatan dan nyawa dan masalah keamanan. Transportasi online hanya masalah pelayanan yang lain, belum bisa dia. Pelayanan jelas (taksi online), yang lain bagaimana?” tutur Direktur Eksekutif Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang saat berbincang dengan detikcom, Jumat (17/3/2017).

Lihat juga: Taksi Online Diatur, Taksi dan Angkot Resmi Juga Harus Berbenah

Deddy menambahkan PM 32/2016 sebelum revisi dinilai sangat fair. Sedangkan 11 poin aturan taksi online dalam revisi PM 32/2016 dinilai lebih lunak.

“Dulu, sebelum revisi, CC mobil minimal 1.300 CC, sekarang jadi 1.000 CC. Nah ini kalau misalnya angkutan khusus, apakah bisa lewat tol, apa bisa dimuati banyak orang, bagaimana kalau ke luar kota,” tuturnya.

Beberapa hal yang krusial adalah pengaturan soal tarif dan kuota. Pengaturan tarif, kata dia, dirasa sudah tepat karena di luar negeri, seperti Eropa dan Singapura, tarif taksi online ternyata lebih mahal dibanding taksi resmi.

“Dari laporan teman yang pernah coba Uber di Singapura, Uber jauh lebih mahal dibanding taksi resmi, tapi mengutamakan servis. Sekali order langsung datang. Kebalikannya, yang di sini jauh lebih murah ketimbang resmi,” jelas dia.

Perbedaan tarif yang jauh berbeda antara taksi online dan resmi akhirnya bukan cuma masalah transportasi, tapi juga sudah melebar ke masalah sosial.

“Ada orang yang udah beli trayek mahal, untuk lisensinya, taksi kan mahal. Tapi taksi yang tanpa izin jauh lebih murah, masalah sosialnya bagaimana. Biar tidak terjadi gesekan, maka sudah tepat diatur tentang pentarifan, paling tidak sama tarifnya. Kalau taksi online tak ikut uji kir, akan timbul masalah lagi,” tuturnya.

Deddy lantas melansir data dari Dishub DKI bahwa jumlah armada taksi online yang tercatat sebanyak 13.828 unit. Dari jumlah itu, baru sekitar 10,87% yang ikut uji kir atau sebanyak 1.504 unit.

Sedangkan untuk masalah kuota, Deddy sepakat untuk diatur juga, sesuai dengan jumlah permintaan dan kapasitas infrastruktur jalan.

“Saat ini provider aplikasi kan tak ada batasan ya, buka terus aplikasi online, Uber Grab, Go-Car. Sementara segmen tidak bertambah, segmennya itu-itu saja yang rutin gunakan angkutan umum. Sementara aplikan sopir online tiap hari tambah, belum lagi taksi-taksi resmi itu, suplai Go-Jek juga terus tambah. Nanti akhirnya bisa berantem sendiri di antara mereka,” jelasnya.

Meski kini taksi online diatur pemerintah, dia menegaskan taksi dan angkutan resmi yang pelayanannya selama ini masih dikeluhkan warga harus memperbaiki diri. Perilaku seperti sopir taksi yang suka berputar-putar agar argo mahal hingga sopir angkot yang ugal-ugalan harus ditiadakan kalau hendak bersaing dengan taksi online.

“Tak ada salahnya taksi resmi seperti itu, tidak hanya andalkan argo. Orang yang tidak tahu Jakarta nanti takut, turun di stasiun, terminal di Jakarta tawarkan harga mahal ataupun dengan argometer diputar-putar, kita tahulah, mental-mental penyedia jasa angkutan umum harus kita benahi,” tuturnya.

Selama transportasi umum belum layak dan nyaman, taksi online dan ojek online akan selalu menjadi idola warga.

“Segera sediakan angkutan umum yang beradab dan manusiawi, sudah nggak zamannya ada copet, pemerkosaan, merokok, ngetem, ngamen. Itu meresahkan, angkutan umum harus dibenahi,” imbaunya.

PT Rifan Financindo

Rekor Sewa Uber : 638 Km Ongkos Rp 3,9 Juta| Rifan Financindo

Jakarta, PT Rifan Financindo Berjangka – Mungkin inilah perjalanan memakai taksi online Uber terpanjang di seluruh dunia. Yaitu antara Williamsburg, Virginia ke Brooklyn di New York dengan jarak sekitar 638 kilometer!

Dikutip detikINET dari Fox News, Selasa (13/12/2016), pengemudi wanita bernama Janis Rogers menjemput penumpang dari Williamsburg itu ke Brooklyn dengan mobilnya yang berjenis Toyota Prius.

Sang penumpang berumur sekitar 19 tahun yang tak disebut namanya, rupanya rela bepergian jauh hanya untuk menemui pacarnya. Perjalanan ratusan kilometer tersebut ditempuh selama sekitar 8 jam dan memakan biaya USD 294,09 atau sekitar Rp 3,9 juta.

Sesudah mengantarkan penympangnya, Janis langsung kembali ke Virginia dan kembali menempuh jarak ratusan kilometer. “Aku masih segar dan jalan terus. Aku memang tak masalah mengemudi dalam waktu lama,” kata dia yang sudah berusia 64 kilometer.

3b4310b000000578-4021648-image-a-60_1481441116519

Di AS, penumpang Uber rata-rata hanya menempuh jarak 8,6 kilometer untuk tiap perjalanan. Sehingga perjalanan ini memang sangat jauh. Janis menganggapnya sebagai petualangan.

Sang penumpang menurut Janis tertidur sepanjang perjalanan memakai selimut yang disediakan Janis. Ketika sampai di Brooklyn, dia kelihatan sangat lelah. “Dia terlihat tidak lagi tertarik menemui pacarnya karena kecapekan,” ujar Janis.

Meski tarifnya cukup tinggi, bagian yang didapat Janis ternyata cuma sekitar USD 9 per jam. Jadi totalnya ia mendapat sekitar USD 72 atau di kisaran Rp 950 ribu. “Tak terlalu besar memang,” kata Janis.

sumber: http://www.detik.com

PT Rifan Financindo Berjangka